Kamis, 08 Maret 2012

Akhirat yang Abadi 9


3. Mewujudkan Cita cita dan Tujuan Hidup Muslim

Untuk mewujudkan cita cita dan tujuan hidup Muslim sesuai dengan firman Allah yang telah dikutip dari Q.S.24/An-Nur,55 yang isinya menyatakan,bahwa ummat Islam harus menerima perjanjiannya dengan Allah untuk mengemban tugas kekhalifahan dimuka bumi dalam rangka menegakkan kedaulatan Allah, tidak harus terlebih dahulu menukar “ asas negara”. Kedaulatan Allah dapat ditegakkan tanpa meruntuhkan asas negara, malah negara akan melindungi ummat beragama berdasar Undang undaang Dasar untuk menjalankan ibadah dan keyakinannya.
1.      Mengemban tugas kekhalifahan adalah suatu tugas yang tidak ringan karena perkataan khalifah bukan hanya sekedar menjadi pemimpin.Untuk jelasnya mari kita perrhatikan apa kata Allah tentang makna khalifah ini.

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لا تَعْلَمُونَ

“ Ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat, sesungguhnya Akulah yang menjadikan di atas bumi Khalifah ( manusia penerus program Allah )…..( Q.S.2 Al-Baqarah : 30 )

يَا دَاوُدُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الأرْضِ فَاحْكُمْ بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلا تَتَّبِعِ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ
"Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan"  ( Q.S.38 Shad : 26 )

فَكَذَّبُوهُ فَنَجَّيْنَاهُ وَمَنْ مَعَهُ فِي الْفُلْكِ وَجَعَلْنَاهُمْ خَلائِفَ وَأَغْرَقْنَا الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُنْذَرِينَ

) Masyarakat nya) telah mendustakan Nuh, maka kami selamatkan di ( Nuh ) dan orang orang yang bersamanya diatas bahtera,dan kami jadikanlah mereka sebagai khalifah ( ummat pengganti ),dan kami tenggelamkan orang orang yang mendustakan ayat kami.Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang telah diperingati itu “ ( Q.S.10 Yunus : 73 ).
وَاذْكُرُوا إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاءَ مِنْ بَعْدِ عَادٍ وَبَوَّأَكُمْ فِي الأرْضِ تَتَّخِذُونَ مِنْ سُهُولِهَا قُصُورًا وَتَنْحِتُونَ الْجِبَالَ بُيُوتًا فَاذْكُرُوا آلاءَ اللَّهِ وَلا تَعْثَوْا فِي الأرْضِ مُفْسِدِينَ

“ Ingatlah olehmu, ketika Tuhan telah menjadikan kamu khalifah ( pewaris budaya) sesudah kaum A’d dan memberikan tempat untukmu di bumi,kamu dirikan istana istana di atasnya yang datar dan kamu pahat gunung gunungnya untuk dijadikan rumah,maka  ingatlah nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan “ ( Q.S.7 Al-A’raf:74 )

Dari kutipan ayat ayat di atas dapatlah kita fahami bahwa tugas kekhalifahan itu adalah merupakan kemampuan :

a.       Meneruskan program Allah
Allah telah menciptakan alam semesta ini dari awal penciptaan (Kun! ).Energi memadat menjadi materi lalu mewujud alam benda.Roh nabati menyentuh alam materi lalu mewujud tumbuh tumbuhan,lalu berkembang biaklah binatang binatang kemudian datanglah manusia ke bumi dan seterusnya. Manusia sebagai khalifah Allah harus bertindak mewujudkan benda-benda baru,bentuk baru melalui keterampilannya.  Dari tanah dapat dibuat batu bata,dari dalam bumi orang dapat mengeluarkan mineral dan sumber daya alam lain yang bernilai.Karena itu khalifah Allah harus memiliki sumber daya manusia ( SDM ) yang cerdas dan terampil

b.      Menjadi penguasa di bumi
Allah telah menciptakan bumi sebagai tempat kediaman,maka manusia harus mampu menata bumi dengan baik, memimpin manusia menuju kehidupan setahap demi setahap ke arah hidup yang teratur dan tertib dengan menegkkan bukum dan keadilan berdasarkan Sunnatullah  dan Sunnah Rasulnya.

c.       Menjadi ummat pengganti
Bumi telah penuh sesak dengan manusia manusia yang hidupnya mengikuti peribinatang hanya mencari kepuasan hidup mengikutkan hawa nafsu belaka seperti yang digambarkan Allah dalam ayatnya:

“…Mereka itu punya hati tidak dapat memahami ajaran yang baik, mereka punya mata tidak bisa melihat yang baik dan juga punya telinga tidak mau mendengar ajaran yang baik, mereka hanyalah seperti hewan ternak…….. ” ( Q.S.7 Al-A’raf : 179 )
                             
Karena itu khalifah Allah merupakan ummat yang baik yang dapat dijadikan contoh dan teladan bagi generasi berikutnya.

“ Kamu adalah ummat terbaik yang dilahirkan untuk manusia.......….” ( Q.S.3 Ali Imran : 110 )

d.      Mengemban amanah Allah
Khalifah Allah adalah pewaris agama Allah (Dienu’l Islam ) yang harus dialihwariskan kepada generasi yang akan datang karena itu agama Allah harus dipelihara agar tetap murni, jangan dibiarkan rusak oleh pengaruh syirik, bid’ah, khurafat dan maksiat

e.       Pewaris budaya
Banyak bangsa yang telah mencapai puncak peradaban yang tinggi seperti kaum ‘Ad dan Tsamud yang mampu memahat gunung untuk dijadikan istana megah. Di masa Nabi Sulaiman orang telah mampu membuat pesawat terbang dan istana yang berlantaikan keristal.Muslim sebagai pewaris budaya harus mampu mengembangkan peradaban dan kebudayaannya meneruskan peradaban yang sudah pernah dicapai itu dengan lebih baik, lebih modern lagi.( Muslim Andalusia telah mewariskan Mesjid terindah di Bumi yaitu Mesjid Al-Hambra, Muslim India mewariskan Taj Mahal, Muslim Indonesia mewariskan apa? Ada Borobudur, tapi itu bukan warisan peradaban Muslim Indonesia adalah warisan Peradaban umat Budha). Apakah kita hanya mewariskan budaya korupsi ?

Dengan lima macam tugas kekhalifahan itu manusia Muslim akan dapat meraih berkah Allah sebagaimana yang telah difirmankan-nya :
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“ Jikalau sekiranya penduduk suatu negeri beriman dan bertaqwa,kami akan bukakan kepada mereka itu pintu berkah dari langit dan bumi……”    ( Q.S.7 Al-A’raf : 96 ).

Bagaiamna mungkin program kedaulatan Allah di bumi dapat terwujud kalau kita hanya sebagai pemeluk Islam sementara Islam yang ingin dipeluk itu tak pernah ada dalam pelukan ?



Tidak ada komentar:

Posting Komentar