Sabtu, 08 Oktober 2011

MODAL DASAR PEMBANGUNAN ISLAM


Sebenarnya modal dasar untuk membangun Islam cukup sempurna, lengkap diwariskan oleh Nabi Muhammad kepada umatnya agar kaum Muslimin dibelakang hari dapat meneruskan pembangunan Islam itu tapi ummat Islam telah lalai, lupa diri dan kehilangan “Modal Dasar Pembangunan Islam” tersebut, sehingga pekerjaan jihad/da’wah terhenti dan bangunan Islam yang lama semakin rusak, hampir roboh, tak ada tukang yang mampu memperbaiki agar kembali seperti bentuk awal; sementara modal dasar yang diwariskan  itu telah hilang, diambil orang kafir bukan mereka curi tapi mereka ambil barang yang tercecer yang tak ada yang mengaku siapa pemiliknya, Umat Islam sudah tidak mempedulikannya lagi asik dengan kehidupan dan berburu di balantara dunia.
فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ(4)

”Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami-pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami ambil lagi nimat itu dari mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka jadi berputus asa” ( QS.6/ Al-An’am : 44 )

Nikmat Iman yang pernah dirasakan umat Islam kini telah sirna, yang tinggal hanya tanah air yang kaya-raya tapi kekayaannya dinikmati orang kafir. Rasanya untuk membangun Islam yang Kaffah secara Universal sudah tidak lagi mungkin karena memerlukan kecerdasan yang setara dengan perkembangan  peradaban manusia sacara gobal yang mungkin hanyalah membangun Islam secara Lokal

Diantara modal yang diwariskan Rasulu’llah itu adalah

1.      Semangat Jihad dan Da’wah, kini yang ada Jihad tanpa Da’wah atau Da’wah tanpa jihad.
2.      Energi Spiritual ( Kekuatan Do’a ) sekarang tinggal tradisi upacara  do’a
3.      Ilmu pengetahuan/Teknologi, sekarang umat Islam tidak berminat pada ilmu dan teknologi.Umat Islam hanya mengamalkan Islam secara emosional tanpa Rasioinal, kitab Al-Qur’an bukan dibumikan hanya dilangitkan ( jadi nyanyian ).
4.      Kekayaan Tanah air, sekarang tanah airnya tetap kaya tapi umatnya miskin yang kaya orang asing yang punya modal.
5.      Kekuatan Ekonomi, sekarang ekonomi Negeri-Islam malah dikuasai non Muslim dan banyak Negeri Islam sedang mengalami  Krisis Ekonomi
Kita telah kehilangan semuanya


     1.  Semangat Jihad/ Da’wah

            a. Setelah  dua tahun Nabi Muhammad membangun Daulat  Islamiyah di Madinah umat Islam sudah berjumlah sekitar 700 orang lebih. Ketika terjadi perang Badar Mujahidin yang ikut berjuang sebanyak 300 orang lebih sedikit dan peperangan itu dimenangkan umat Islam padahal orang Kafir Makkah datang menyerang dengan kekuatan 1000 prajurit yang lengkap persenjataannya. Kog bisa begitu ? Waktu itu semangat Jihad Umat Islam berpadu dengan semangat Da’wah masih dengan semangat yang penuh sehingga mewujudkan kekuatan-jihad sepuluh kali lipat dan itu merupakan jaminan Allah :
يَاأَيُّهَا النَّبِيُّ حَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ عَلَى الْقِتَالِ إِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ عِشْرُونَ صَابِرُونَ يَغْلِبُوا مِائَتَيْنِ وَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ مِائَةٌ يَغْلِبُوا أَلْفًا مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَفْقَهُونَ(65)
“Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mu'min itu untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antaramu, mereka dapat mengalahkan seribu dari orang-orang kafir itu, disebabkan mereka orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti” ( QS.8/Al-Anfal : 65 )
b. Pada perang Uhud Mujahidin yang berangkat ke medan perang sebanyak 1000 orang tapi yang benar benar bertekad syahid hanya sebanyak 700 orang sisanya Muslim yang imannya goyah dihasut Abdullah Bin Ubay (Yahudi Munafik ) mereka takut mati karena mendengar tantara Kafir dari Makkah sebanyak 3000 orang. Peperangan tidak dapat mengalahkan orang Kafir yang berjumlah 3000 orang itu karena para Mujahidin dirasuki keserakahan harta rampasan perang namun demikian umat Islam tidak juga terkalahkan.
c. Setelah 8 tahun Nabi berada di Madinah umat Islam sudah lebih dari 20.000 orang. Dengan kekuatan 10.000 Mujahidin berangkatlah Nabi ke Makkah untuk membebaskan Makkah dari cengkeraman kaum Musyrikin Jahiliah. Kekuatan prajurit Makkah waktu itu  antara 4000- 5000 orang. Mendengar kaum Muslimin yang dipimpin Nabi Muhammad datang sebanyak 10.000 orang, penduduk Makkah-pun ketakutan, Abu Sofyan pemimpin suku Quraisy Makkah yang selama 20 tahun memburu Nabi Muhammad akhirnya bertekuk lutut dan masuk Islam dengan terpaksa, Makkahpun ditaklukkan dan Ka’bah dibersihkan dari berhala-berhala. Inilah bukti bahwa jumlah umat yang bersemangat jihad dapat menjadi modal pembangunan Islam.  Sekarang   ini umat Islam didunia mencapai 1,9 miliar tapi tak berani melawan Yahudi yang negaranya hanya secuil dan penduduknya hanya 5.000.000.jiwa. Umat yang banyak itu hanya seperti buih laut,  jumlah saja yang banyak, hanya kwantitas tak berkwalitas kebanyakan orang-orang bodoh, miskin, lemah , dan takut mati.:
يوشك ان تداعى عليكم الامم كما تدعى الأكلة إلى قصعتها فقال قائل : أمن  قلة نحن يومئذ ؟ قال : لا بل انتم يومئذ كثير , ولكنكم غشاء كغشاء السيل   وسينزع الله من صدور عدوكم المهابة منكم, ولقذفن فى قلوبكم الوهن, قال   قائل : يا رسول الله وما الوهن ؟  قال حب الدنيا وكرهية الموت.
“ Kamu sudah semakin dekat pada suatu masa dimana kamu akan dikerubungi orang orang ( kafir ) seperti mengerubungi hidangan makanan. Maka bertanyalah salah seorang sahabat : “ Apakah kami ketika itu hanya sedikit? “ Jawab Nabi : “ Tidak, bahkan kamu ketika itu sangat banyak akan tetapi seperti buih laut yang hanyut dan dicabut Allah rasa gentar dari dalam dada musuh musuh kamu terhadap kamu, dan masuklah kedalamnya penyakit “ WAHAN “ “ Ya Rasulullah apakah wahan itu ? Jawab Nabi “ Cinta dunia dan benci akan kematian “ ( Hadits Shahih, Riwayat Abu Daud dan Baihaqy )

          c. Khalifah Umar Bin Khattab menaklukkan tanah Yudea ( Israil ) pada tahun 639 M, beliau tak sempat mengislamkan penduduk Yudea. Ketika itu Jihad hanya baru tahap awal sekedar mengislamkan negeri Israil, mengubah nama Yudea menjadi Palestina. Kemudian beliaupun wafat, penggantinya Utsman Bin Affan masih tetap sebagai Penguasa di Palestina tidak membangun unsur Da’wah untuk mengislamkan orang-orang orang Yahudi. Setelah Utsman, yang berdaulat adalah Bani Umaiyah, khalifah pertamanya adalah Mu’awiyah bin Abi Soyan ( Abu Sofyan yang selama 20 tahun memburu Nabi yang akhirnya menyerah dengan terpaksa lalu masuk Islam karena takut kepalanya dipenggal ) meneruskan Perjungan Islam tapi tidak dengan semangat jihad hanya hasrat berkuasa dan menguasai. Ketika putra beliau Yazid Bin Mu’awiyah jadi Khalifah keadaan semakin keruh lebih parah lagi bukan hanya ingin menguasai Israil malah keturunan Nabi Muhammad-pun dimusnahkannya supaya tidak ada penghambat keinginan hawa-nafsunya untuk menjadi raja-diraja diseluruh Timur Tengah, maka Hasan dan Husin-pun ( cucu Nabi Muhammad ) dibunuh. Penguasa Islam masa lampau  punya alasan kuat untuk menjajah tanah orang kafir dengan menyodorkan dalil Frman Allah :

وَدُّوا لَوْ تَكْفُرُونَ كَمَا كَفَرُوا فَتَكُونُونَ سَوَاءً فَلَا تَتَّخِذُوا مِنْهُمْ أَوْلِيَاءَ حَتَّى يُهَاجِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَخُذُوهُمْ وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ وَجَدْتُمُوهُمْ وَلَا تَتَّخِذُوا مِنْهُمْ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا(8)
“Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong (mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong” ( QS.4/An-Nisaa’ : 89 ).

            Ayat diatas tertuju untuk mereka ( orang kafir ) yang keras kepala, yang penuh kebencian dan memerangi Islam, maka kalau seperti ini umat Islam harus memerangi mereka. bila mereka sudah kalah, tidak ada niat mau memerangi lagi maka hukum tawan dan bunuh itu tidak berlaku lagi, keterangannya ada pada ayat berikut yang berbunyi :

إِلَّا الَّذِينَ يَصِلُونَ إِلَى قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ أَوْ جَاءُوكُمْ حَصِرَتْ صُدُورُهُمْ أَنْ يُقَاتِلُوكُمْ أَوْ يُقَاتِلُوا قَوْمَهُمْ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَسَلَّطَهُمْ عَلَيْكُمْ فَلَقَاتَلُوكُمْ فَإِنِ اعْتَزَلُوكُمْ فَلَمْ يُقَاتِلُوكُمْ وَأَلْقَوْا إِلَيْكُمُ السَّلَمَ فَمَا جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ عَلَيْهِمْ سَبِيلًا(90)
” Kecuali orang-orang yang meminta perlindungan kepada sesuatu kaum, yang antara kamu dan kaum itu telah ada perjanjian (damai) atau orang-orang yang datang kepada kamu sedang hati mereka merasa keberatan untuk memerangi kamu dan memerangi kaumnya. Kalau Allah menghendaki, tentu Dia memberi kekuasaan kepada mereka terhadap kamu, lalu pastilah mereka memerangimu. Tetapi jika mereka membiarkan kamu, dan tidak memerangi kamu serta mengemukakan perdamaian kepadamu maka Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk  membunuh) mereka” ( QS.2/Al-Baqarah : 90 )

           d. Pernah Palestina mengalami masa jayanya dimasa Khalifah Abdu’l Malik, ketika itu Masjid Al-Aqsho dibangun pada tahun 686 s/d 690. Orang Yahudi hijarah keluar Palestina , ke Eropa, belakangan  ke Amerika. Di Amerika mereka dapat menyatu dengan orang orang yang menjajah tanah benua Amerika itu lalu orang orang Yahudi itupun menjadi orang Amerika. Orang orang Yahudi yang dengan pengalaman pahitnya dijajah oleh Penguasa Islam,  menata diri, menjadi orang pintar, jadi orang kaya, orang berkuasa di Amerika . Kini mereka telah kuat dalam segala bidang, kuat keuangan kuat kecerdasan, kuat kedudukan, maka mereka kembali mengambil tanah airnya dan mengusir orang Arab Palestina  yang menjajah tanah-airnya. Orang Palestina tidak merasa menempati tanah Yahudi  karena sudah beratus ratus tahun mereka tinggal disitu, mereka menganggap bahwa tanah Palestina itu adalah milik orang Arab Palestina, mereka bertahan sampai hancur dan ternyata mereka hancur mempertahankan tanah yang bukan haknya. Kita yang tidak mengerti sejarah lalu mengutuk Yahudi laknatu’llah, memang Yahudi manusia terkutuk dibumi ( menurut umat Islam ) tapi Allah berkata lain :
يَابَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَنِّي فَضَّلْتُكُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ(4)
“ Hai Bani Israil, ingatlah akan ni`mat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkan kamu atas segala umat  di alam kehidupan ini (  QS.2/Al-Baqarah :47)

           Allah mengatakan Yahudi itu bangsa besar yang kelak menjadi bangsa kuat karena itu umat Islam harus berhati-hati, maka jauh sebelum mereka membangun kekuatan  Allah mengingatkan :
وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ(1)
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti ideologi mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu” ( Q.S 2/ Al-Baqarah : 120 )

.      Umat Islam sekarang terutama Muslim Indonesia jadi latah karena Barck Husin Obama tela menjadi Presiden Amerika karena belaiu pernah jadi anak Indonesia dimasa kecilnya. Memang nama beliau nama Muslim, pemberian ayahandanya yang Muslim       ( Barck/Barq = Cahaya, Husin nama bapaknya Obama adalah marganya ) lalu kaum Muslimin menduga Barck Obama akan membela nasib Muslim di dunia, itu hanyalah dugaan yang menyesatkan, padahal :
*  Satu hari mejelang pemilihan Presiden Amerika, 7000 Pemimpin Zionis telah berkumpul dan Barck Obama memberikan janji-janjinya kepada para pemimpin Yahudi untuk kejayaan Israel Raya menegakkan  Haikal Sulaiman )1 yang mereka cita citakan.
*     Setelah Bark Obama jadi Presiden yang diangkat menjadi Kepala Staf Gedung Putih adalah Rahm Emanuel anak Benjamin Emanuel tokoh teroris yang yang sangat berjasa bagi Israel karena membantai orang orang Muslim  Palestina
*    Seorang wanita tokoh politik anti Islam anak Yahudi : Hilary Clinton diangkat  menjadi Mentri Luar Negeri.
*       Orang orang Amerika pro Mc Cain memang menghumbar issu bahwa Ayah Obama  seorang Muslim yang mereka gambarkan sebagai Contoh Muslim dimana Husin Obama seorang pemabuk, tukang kawin, punya anak 9 orang yang tak diurus. Bertepatan ibu Barck Obama seorang kulit putih yang bertanggung jawab sehingga Barck Obama bisa berpendidikan tinggi, bagaimana kalau Barck Obama tinggal bersama ayahnya di Afrika ?
         Bukankah keberhasilan Obama menjadi Presiden adalah keberhasilan politk Yahudi di dunia ? Keberuntungan Obama bukan menjadi keberuntungan umat Islam, tapi keberuntungan umat Yhudi; adalah suatu kebodohan kalau umat Islam ikut gembira dengan terpilihnya Barck Obama jadi Presiden Amerika, apalagi umat Islam Indonesia merasa bangga hanya karena Obama pernah tinggal sebentar di Indonesia.
            d. Masih zaman dinasti Bani Umaiyah, pernah berkuasa di Sepnyol selama 730 tahun, selama itu Islam hanya berkuasa tapi tidak mengislamkan orang-orang Sepanyol, orang Arab-Islam dipandang sebagai penjajah di negeri itu. Bagaimanapun hasil gemilang yang dicapai oleh Peradaban Islam di Sepanyol seperti Masjid Al-Hambra di Cordoba,   ( Madinatu”z Zahara ), sampai orang orang pintar di Eropa mengatakan bahwa dimasa Islam “sorga pernah hadir di Andalusia”, namun Islam tetap dianggap penjajah yang harus disingkirkan dari bumi Sepanyol. Setelah Sepanyol kuat umat Islampun diusir dan bersebarlah Arab Andalus itu di Eropa sebagai pedagang.
            f. Lain halnya dengan pengikut Ali-Bin Abi Thalib yang belakangan menjadi  kaum Syi’ah, mereka mengalahkan dan menguasai Persia dan mengislamkan negeri itu maka Iran sekarang menjadi Republik  Islam yang kuat dan tidak ada Negeri Islam didunia yang berani memproklmirkan sebagi Republik Islam melainkan Republik Islam Iran, maka negeri ini disegani oleh musuh musuh Islam namun umat Islam tidak sadar kekuatan Kafir yang bisa memecah belah umat Islam sehingga sekarang Iran retak dari dalam namun sampai sekarang masih dapat bertahan.
            g. Begitu pula Bani Abbasiyah yang memegang teguh perinsip Da’wah dan jihad, ketika Harun Al-Rasyid mengirim Misi Da’wah ke Indonesia orang Indonesiapun masuk Islam sementara orang Arab yang mengislamkan itu tidak mau jadi raja di Indonesia, sehingga umat Islam tetap menghormati orang Arab.
            Kini umat Islam di Indonesia lebih dari 100 juta orang tapi umat Islam bagaikan golongan Minoritas karena banyak yang tidak mengenal Islam dan tidak mencintai Islam hanya “Islam KTP”, hanya sedikit yang mengerti Islam, itupun terpecah belah tak mau hidup rukun tak mau bersatu menyusun kekuatan. Kenapa demikian ? Karena umat Islam Indonesia telah kehilangan semangat Jihad.
Yang jihadnya masih bersemangat mereka berjihad tanpa pertimbangan akal sehat hanya dengan emosional, yang terjadi hanyalah ledakan sosial seperti peristiwa Monas, FPI bentrok dengan AKKBB, yang mengantarkan Habib Riziq menginap di Penjara atau seperti aksi Teroris yang mengantarkan  M Rozi, Ali Ghufron, Imam Samudra ke eksekusi mati dan Nurdin Muhammad Thub Cs yang mati dalam pelarian, ditembak   apakah mereka mati syahid atau mati menderita sakit?. Memang mereka berjihad tapi bukan begitu yang diajarkan Isalam bukan seperti itu yang dicontohkan Nabi Muhammad tapi mereka telah mencoreng wajah Islam yang cantik. Kita sudah kehilangan modal dasar pembangunan ” da’wah dan jihad” karena sekarang memang ada da’wah tanpa jihad itupun da’wah yang asal asal tanpa ada target sekedar cari honor; berjihad dengan tidak ada da’wahnya hanya melampiaskan kebencian dan sakit hati dengan jadi teroris


Catatan kaki

): Haikal Sulaiman : maksudnya menegakkan kembali takhta Sulaiman yang dizamannya Kerajaan Sulaiman itu sejak dari negeri Saba’ ( Yaman sekarang ) sampai Israil sekarang jadi seluruh jazirah Asrab akan mereka rebut kembali.
Padahal Nabi Ibrahim menempatkan istri pertamanya Sarah di Jarussalem (Yudea), dari Sarah lahir Ishaq yang menurunkan bangsa Yahudi
Siti Hajar ditempatkan di Makkah ( Arabia ), dari Hajar lahir Ismail yang menurunkan bangsa Arab. Jadi tanah Yudea atau Israel atau Palestina adalah tanahnya orang Yahudi dan Arabia adalah tanahnya bangsa Arab.

                
2.    Energi Spiritual

Pada umumnya kita semua pandai berdo’a dan banyak orang yang hafal do’a yang panjang karena meminta tak perlu modal dan budaya meminta sudah lazim dinegeri ini. Biasanya umat Islam berdo’a  dengan menadahkan tangan lalu bermohon kepada Allah meminta apa saja. Dalam suatu upacara tertentu yang disertai do’a, tukang do’a membacakan teks do’a dengan susunan kata kata dalam bahasa Arab yang kadang kadang yang berdo’a itu malah tak sempat mengerti apa yang dimintakannya kepada Allah. Tapi itulah tradisi layaknya orang yang “ membaca puisi berbahasa Arab”, tukang do’a itu hanya membaca do’a bukan berdo’a. Berdo’a adalah mengharap Taufiq dan Hidayah Allah agar apa  yang kita harapkan dari-Nya dikabulkan dengan beberapa syarat dan ketentuan menurut Al-Qur’an.  التوفيق artinya persetujuan Allah dan   الهداية  artinya petunjuk Allah. Dua macam ini yang kita harap dari Allah dalam do’a kita.Tapi kita berdo’a  sekarang ini seperti orang memegang senapan burung yang sedang membidik burung yang bertengger didahan hanya jarak lima meter. Senapannya bagus pakai teropong sehingga dada burung pas kena bila ditembak. Ketika peletuknya ditarik senapanpun bersuara tapi burung hanya terkejut saja tak kena dan burung masih betengger. Kenapa ? Kiranya senapannya tak berpeluru. Begitu juga do.a kita karena tak berenergi maka sasaran yang diminta tidak diijabah.

2.1.Kekuatan Do’a

قال ص م لا يرد القضاء الا الدعاء ولا يزيد العمر الا البر وان الرجل ليحرم الرزق بالذنب يصيبه (رواه الترمذي وبن حبان )
      “Tidak ada yang mampu menolak ketentuannya ( Qadha ) keculi dengan doa dan tidak ada yang akan menambah umur melainkan perbuatan baik , dan sesungguhnya seseorang manusia diharamkan baginya rizki dengan dosa yang menimpanya”. ( H.R Tarmiji dn ibnu hibban ).
 يَمْحُوا اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ(3)

“Allah akan menghapus ketetapan-Nya bila Dia kehendaki dan menetapkanya bila Ia menghendakinya dan di sisi-Nya-lah Ummu’l Kitab (sumber ketetapan/ lauhu’l mahfudz).(Q.S.13/ Ar-Ra’du: 39)

2.2. Hakikat Do’a :

“Memohon kepada Allah agar Taufiq dan Hidayah-Nya dapat menembus kedalam jiwa sehingga terbuka dengan demikian terbuka pula jalan untuk  mendapatkan yang dihajatkan”
Memohon kepada Allah itu tidak cukup dengn ucapan saja tapi harus ada energi Spiritual  yang bangkit dari dalam Diri”

فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ كَذَلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ(1)
“Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia membukakan jiwanya untuk Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya  sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman” ( QS.6/Al-An’am : 125 )

Kata  يَشْرَحْ صَدْرَهُ maksudnya terbuka jiwanya. Jiwa yang terbukalah yang dapat menerima hidayah Allah, adapun jiwa yang sempit tidak akan dapat menerima hidayah Allah. Maka untuk mendapatkan petunjuk Allah, berdo’a harus seiring dengan mengamalkan perintah-Nya, atau berdo’a bertawasul dengan amalnya sendiri atau do’a dengan  kerja sesuai keahliannya

Dulu diwaktu Perang Khandak Abu Sofyan dan sekutunya ( al-Ahzab ) telah mengepung Madinah dengan 10.000 prajurit tangguh. Muslim Madinah walau sudah berusaha menggali parit  pada pintu masuk Madinah namun mereka merasa gentar karena banyaknya jumlah musuh. Seharian perang berkecamuk. Nabi Muhammad memohon pertolongan Allah, malamnya datang angin topan yang memporak porandakan kemah tempat berkumpulnya prajurit Musyrikin Makkah, mereka lari tinggang-langgang pulang ke Makkah dan orang orang Yahudi yang bersekutu dengan tentara yang dari Makkah juga lari pulang  kekampungnya disekitar Madinah. Do’a Nabi diijabahkan Alah turunlah balabantuan dari langit tantara yang tak terlihat mambantu perjuangan Islam
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَاءَتْكُمْ جُنُودٌ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا وَجُنُودًا لَمْ تَرَوْهَا وَكَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرًا(9)
“Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan ni`mat Allah (yang telah dikaruniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan”   ( QS.33/ Al-Ahzab :9 )

 Dulu dimasa Rasulullah kalau ada sahabat yang sakit Nabi mengajarkan do’a menolak penyakit lalu mereka mengamalkannya dan mereka sembuh hanya dengan meletakkan tangan pada tempat yang sakit lalu berdo’a :
بســم الله. اعوذ بعزة الله وقدرته من شر ما اجد واحاذر.  7 x
Dengan nama Allah. Aku berlindung dengan kemuliaan Allah dan energi-Nya, dari bencana penyakit yang kurasakan dan kucemaskan . 7 X

            Dimasa Nabi do’a itu makbulnya segera, jelas, tampak nyata, dimasa sekarang orang bukan berdo’a tapi hanya membaca do’a. Beribu orang hadir dilapangan untuk istighosah do’a pun dipanjatkan, pembaca do’anya seorang Kiyai kondang yang memohonkan agar negeri kita damai dari bencana, upacara do’a-pun  selesai; ditunggu hasil do’a-nya sebulan, setahun, sepuluh tahun malah sekiranya umur dipanjangkan Allah kita menunggu berabad abad do’a itu tidak makbul karena Kiyai ita hanya ”membaca”
            Sebenarnya tidak begitu sulit saratnya untuk diijabahkan Allah do’a kita. Berdo’a tidak harus dengan bahasa Arab yang pasih seperti membaca puisi bahasa Arab diiringi dengan permintaan yang banyak.

a. Do’a harus diiringi dengan menjalankan perintah-Nya :

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ(1)
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka mendapat bimbingan” ( QS. 2/ Al-Baqarah : 186 )
Ayat diatas menjelaskan bahwa  “ meminta kepada Allah “  akan diperkenankan Allah kalau anjuran-Nya diperkenankan hamba yang meminta dengan iman yang kuat.  Berdo’a  yang makbul itu bukan harus dengan bahasa Arab yang bacaannya fasih, yang membacanya  seorang Kiyai, Haji atau Ustadz, dianjurkan pula dengan berlinang air mata, yang syaratnya harus dimulai dengan menghadiahkan kepada Ulama-ulama masa lampau. Do’a seperti itu hanyalah sebuah “ model-berdo’a” made-in Ulama Ahli-Bid’ah, tidak ada menurut Sunnah.
b. Do’a harus dengan  kerja sesuai keahliannya.
قُلْ كُلٌّ يَعْمَلُ عَلَى شَاكِلَتِهِ فَرَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَنْ هُوَ أَهْدَى سَبِيلًا(4)
“Katakanlah: "Tiap-tiap orang bekerja menurut syakilah-nya masing-masing". Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih dapat petunjuk akan  jalannya” ( QS.17/ Al-Israak : 84 )

            Perkataan ( شَاكِلَتِهِ  ) diayat  ini bermakna : bentuk, macam, cara, gambaran                    ( Qamus Al-Munawwir halaman : 788 ). Jadi maksud ayat diatas menjelaskan bahwa “Setiap orang kalau bekerja berdasarkan gambaran pikirannya masing-masing atau menurut cara masing masing berdasar bidang keahliannya”. Kalau kita  bermohon kepada Allah agar pekerjaan yang kita kerjakan berhasil dengan baik, dimana kita bekerja dengan cara yang propesional, insya Allah akan mendapat hidayah Allah. Sebaliknya kalau mengerjakan suatu pekerjaan yang kita tidak punya keahlian bagaimana panjangnya do’a, pekerjaan itu tidak akan berhasil baik, do’a yang diserukan kepada Allah itu hanyalah seperti orang haus membukakan kedua telapak tangannya agar air masuk dengan sendirinya kemulut. Apakah mungkin ?
لَهُ دَعْوَةُ الْحَقِّ وَالَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ لَا يَسْتَجِيبُونَ لَهُمْ بِشَيْءٍ إِلَّا كَبَاسِطِ كَفَّيْهِ إِلَى الْمَاءِ لِيَبْلُغَ فَاهُ وَمَا هُوَ بِبَالِغِهِ وَمَا دُعَاءُ الْكَافِرِينَ إِلَّا فِي ضَلَالٍ(1)
“Hanya bagi Allah-lah (hak mengabulkan) do`a yang benar. Dan orang yang berdo’a kepada selainnya tidak akan diperkenankan sesuatupun bagi mereka, melainkan seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya sampai air ke mulutnya, padahal air itu tidak dapat sampai ke mulutnya. Dan do`a  orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka” ( QS. 13/ Ar-Ra’du : 14 )

                c. Do’a  dengan bertawasul dengan amalnya sendiri
           
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
 “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan’     ( Qs.5/ Al-Maidah : 35 )

     Pada ayat tersebut diatas ada kata (  الْوَسِيلَةَ   ) .   Sebenarnya Wasilah itu dalam bahasa Indonesia artinya : “suatu  jalan untuk mencapai apa yang dimaksud, yang kalau disimpulkan adalah “Lantaran” ( Zainal Arifin Abbas, dalam tafsirnya : Tafsir Al-Quranu’l Karim VI  hal : 394). Maksudnya “ Bila pernah ada sesuatu amal sholih yang dilakukan dengan benar benar ikhlas dan dengan  lantaran itu kita  berdo’a  maka akan dikabulkan Allah “. Banyak orang menggeser pengertian yang tersirat dari kata Wasilah itu sehingga jadinya banyak orang bertawasul kepada Nabi-nabi, orang-orang shalih, para syuhada, bersumpah menyebut-nyebut nama mereka sambil mengucapkan bacaan do’a dengan teks bahasa Arab  dikuburan orang orang yang dianggap suci  misalnya       “ kuburan para wali “ untuk mendapatkan hajat dan menolak bala. Hal ini terlarang, hukumnya syirik , Allah berfirman :

إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ عِبَادٌ أَمْثَالُكُمْ فَادْعُوهُمْ فَلْيَسْتَجِيبُوا لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ(194)
“Sesungguhnya do’a kamu kepada selain Allah adalah mereka itu makhluk   yang serupa juga dengan kamu. Maka coba serulah mereka  lalu biarkanlah mereka memperkenankan permintaanmu, jika kamu memang orang-orang yang benar” ( QS. 7/Al-A’raf : 194 )
وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِنْ قِطْمِيرٍ(1)إِنْ تَدْعُوهُمْ لَا يَسْمَعُوا دُعَاءَكُمْ وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْ وَلَا يُنَبِّئُكَ مِثْلُ خَبِيرٍ(1)

“………………... Dan orang-orang yang kamu seru selain Allah tidak mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. Dan di hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui”   ( QS.35/ AlFathir :13,14 ).
       Kisah Tawasul tiga orang Bani Israil dimasa lampau

 Pernah terjadi suatu peristiwa tiga sahabat muda Bani Israil dimasa lampau, ketika mereka dalam perjalanan menelusuri jalan didaerah tandus berbukit batu. Ketika itu datang angin kencang dan turun hujan lebat sehingga mereka terpaksa bersembunyi pada sebuah Gua. Angin kencang menerpa  batu batuan dan salah satu batu besar menggelinding menutup pintu Gua dan mereka bertiga terkurung didalam Gua yang gelap itu.  Mereka bertiga sudah berusaha mendorong batu itu tapi sedikitpun  tidak begerak, dan hampir putus asa tidak ada jalan lain selain meminta pertolongan Allah . Mereka sepakat “ Marilah kita berdo’a dengan tulus ikhlas dengan menyebutkan kepada Allah amal pernbuatan baik yang pernah kita lakukan semoga lantaran itu Allah mengabulkan pemohonan kita “. Kata yang pertma ; “ Ya Allah, aku punya  orangtua yang sudah tua, yang setiap hari kalau aku pergi mengembala kemudian kembali membawa susu yang baru diperah untuk minuman mereka sebelum anak istriku minum. Suatu ketika aku terlambat pulang dan kudapati orangtuaku telah tertidur, aku tak sampai hati membangunkan mereka. Anak- anak sudah gelisah kehausan minta diberikan susu tapi kutahan karena orangtuaku masih tidur, akhirnya kami tertidur semua sampai pagi. Setelah pagi aku berikan susu itu kepada orangtuaku barulah anak anakku. Ya Allah sekiranya yang aku lakukan itu suatu hal yang baik maka mohonlah aku diberi kekuatan untuk menolak batu ini “ Pemuda itupun mendorong batu itu, hanya bergerak sedikit sekedar mereka dapat memandang keluar.
Maka berdo’alah pemuda yang kedua : “  Ya Allah saya mempunyai anak paman yang kami saling menyinta. Pernah sekali saya merayunya untuk berhubungan badan tapi ia menolak membela kehormatannya. Suatu ketika kekasihku itu dalam kesulitan maka saya menolongnya dengan memberi 120 dinar dengan syarat ia mau menyerahkan kehormatannya. Tetapi setelah saya mau melakukannya ia berkata : “ Takutlah engkau kepada Allah jangan kau buka cincin itu jika tidak dengan haknya “ Mendengar itu saya sangat terkejut, sadar akan dosa besar lalu saya meninggalkannya padahal dialah perempuan yang kucintai. Ya Allah jika yang aku lakukan ini suatu hal yang baik berilah hamba-Mu ini kekuatan untuk membuka lobang ini “.  Pemuda itupun mendorong batu penutup gua itu dan terbuka sedikit lagi tapi mereka belum bisa keluar.
Maka berdo’alah pemuda yang ketiga : “Ya Allah saya dulu memiliki orang upahan yang bekerja, semua mereka telah dibayar upahnya kecuali seorang yang belum mau menerimanya karena mau merantau. Upahnya itu saya modalkan membeli ternak, ternakpun berkembang biak ada lembu unta dan kambing serta anak anak gembala upahan. Suatu ketika orang itu datang meminta upahnya. Saya berkata : Upahmu, itu yang kau lihat sudah jadi kambing lembu dan unta. Kata orang itu : “ Apakah engkau berolok olok dengan saya ? Jawabku : “Tidak !”. Maka orang itupun mengambil semuanya tidak meninggalkan seekorpun, dan sayapun ikhlas.. Kalau yang saya lakukan itu suatu hal yang baik, mohonlah ya Allah Engkau berikan kekuatan kepadaku, sambil ia menolak batu besar itu maka menggelindinglah batu itu. Pemuda ketiga yang mendapat Taufiq sehingga merekapun dapat keluar dengan selamat. Demikian saduran bunyi Hadits yang para ahli Hadits telah sepakat tentang keshohihannya    ( Zainal Arifin Abbas, Tafsir Al-Qur’anu’l Karim  VI halaman 35,36 )
Dari kisah ini ada tiga macam amal sholih yang telah mereka lakukan. Pertama berbakti kepada orangtua, kedua kemampuan menahan hawa nafsu birahi, yang ketiga menahan diri dari keserakahan harta dan ridho menerima apa adanya. Kiranya lantaran adanya amal sholih yang ikhlas dilakukan dapat dijadikan  sebagi wasilah kepada Allah. Seumpama kita mau meminjam uang “ada boroh” yang ditinggal sebagai jaminan.
Sekarang kita kebanyakan beragama hanya melakukan Ibadah Mahdhoh itupun yang wajib wajib saja kurang berhasrat melakukan amal sholih maka kita kehilangan modal dasar energi Spiritual, do’apun hanya tinggal tradisi belaka, itupun kita tidak malu “ masih berani mau mengirim do’a yang kosong  tak ber-energi itu kepada saudara Muslim Palestina yang sedang dirundung malang dabantai Yahudi, hanya kirim do,a bukan kirim materi.

3.    Kecerdasan/Keterampilan

            Ilmu adalah ajaran Allah dan Pengetahuan ( Ad-Dirayah ) didapat dari hasil penelitian, pengalaman atau observasi.
            Ilmu yang dari Allah pada mulanya dituangkan kepada Bapak manusia yaitu Adam kemudian melalui gen-Adam ilmu itu diwariskan kepada anak-ananya ( Bani Adam/manusia ) dan ditambah dengan pengalaman hidup dan hasil penelitian atau observasi manusia, pengetahuan bertambah luas sehingga manusia mampu menjadi khalifah di bumi.
وَعَلَّمَ ءَادَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَؤُلَاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ(1)
“Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!" ( QS. 2/ Al-Baqarah :31)
قَالُوا سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ(2)
“Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana “ ( QS.2/Al Baqarah : 32 )

            Disamping manusia bisa mengumpul ilmu pengetahuan dan keterampilan manusia juga diberi hikmat kebijaksanaan. Al-Hikmah merupakan kecerdasan yang keluar dari Akal intuisi yang melahirkan kebijaksanaan dalam menyelesaikan masalah. Di zaman Yunani orang yang memiliki hikmah ini disebut Filosof. Islam pernah melahirkan ahli Hikmah atau Filosof besar penemu ilmu baru yang Al-Qur’an menyebutnya dengan istilah : Ulu’l Al-Baab diantaranya : Al-Kindi, Al-Farabi, Ibnu Sina , Ibnu Khaldun, Ibnu Rusydi, Ibnu Maskawaihi, Al-Khawarizmi, Ar-Razi dan sederet nama lain yang tak tersebutkan.
يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ(269)
“Allah menganugrahkan al hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugrahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan tidaklah ada yang dapat mengambil pelajaran melainkan para ulu’l al-bab “ ( QS.2/Al-Baqarah : 269 ).
.           Dengan Hikmah itu para Filosof telah menemukan banyak  pengetahuan (  Ad-Dirayah ) yang baru seperti Ilmu’l ‘Alam ( sekarang diganti nama dengan Fisika ),  Ilmu’l Hayat ( diganti nama dengan Biologi ), Kimia, ( tak ada nama baru ), Al-Jabar      ( ditukar nama dengan Matemática )  agar dunia tak ingat lagi bahwa ilmu-ilmu tersebut sumbangan Islam pada dunia pengetahuan ) dan pengetahuan  lain sebagainya.

...........ِ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ(9)
“……. Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran” ( QS.39/ AZ-Zumar : 9)

           Al-Qur’an tidak habis habisnya menjadi bahan kajian para Filosof Islam karena didalamnya banyak ditemukan  pengetahuan baru yang pada zaman dulu tidak dikenal orang, tetapi dengan perkembangan pengetahuan sekarang, orang telah membuktikan kebenaran ilmu pengetahuan sehingga  dengan pengetahuan orang dapat membedakan mana yang benar mana yang salah. Ada tiga macam ilmu yang dapat diraih manusia :
Pertama, Pengetahuan yang diperoleh dari hasil nalar disebut Ilmu’l yaqin ( QS: 102:5.), kedua, pengetahun yang diperoleh dari hasil penglihatan penelitian, observasi  disebut Ainu’l yaqin. ( QS; 102 : 7 ), ketiga, ilmu yang diperoleh dari pengalaman peribadi yang tumbuh dari intuisi disebut Haqqu’l yakin   ( QS; 69 : 51 ), sehingga kesalahan berpikir juga ada tiga macam : kesalahan mengambil dalil, kesalahan pengamatan dan kesalahan intuisi. Yang paling banyak kesalahan intuisi
Kekurangan ilmu dapat memperbanyak dosa karena buruk sangka kepada Allah seperti pengalaman manusia menghadapi bencana Alam ( misalnya peristiwa Sunami yang melanda Aceh ) yang banyak  orang mengatakan : “ Bahwa bencana itu merupakan taqdir Allah,  berupa ujian iman manusia  atau menganggap Allah telah murka karena manusia banyak berbuat dosa”, tapi Allah berkata lain :
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ(1)
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).( QS. 30/ Rum :41 )

            Ayat diatas menyatakan bahwa bencana Alam merupakan ulah tangan manusia, bukan karena “ murka Allah atau juga bukan karena Allah mau menguji “ Manusia tidak mau mengaku salah dan tak tahu dimana salahnya, karena itu dalam tulisan ini dijelaskan apa kesalahan manusia itu.
            Perlu disadari !
            Bumi kita berotasi dengan kecepatan 1670 Km /jam dan berlari mengelilingi Matahari dengan kecepatan : lebih 100.000 Km/jam. Tubuh bumi yang kita duga bulat itu penuh lobang ribuan Km3 tak terhitung banyaknya, lobang itu adalah ulah manusia karena mau menghisap kekayaan yang ada dalam perut bumi seperti Migas. Karena kencangnya kecepatan terbang bumi, ketika tubuh bumi yang berlobang lobang itu diterpa udara yang  keras maka lempeng bumi menjadi patah. Lempeng yang patah itulah yang menyebabkan terjadi Sunami atau gempa, karena kebodohan manusia lalu dituduhnya “Allah telah murka”.
Mereka yang berpikir ilmiah dapat merenungi ciptaan Allah dan berusaha mengembangkannya  sehingga manusiapun dapat menciptakan  penemuan baru, misalnya  “ pembuatan kapal “.
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ(4)
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, kapal yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan”   ( QS.2/Al-Baqarah : 164 )

Allah juga menginformasikan kepada kita tentang alam, hewan dan tumbuhan supaya kita mengadakan penelitian tentang ilmu-ilmu tersebut. Bersama ini penulis mengutip beberapa ayat diantaranya :
هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ مَا خَلَقَ اللَّهُ ذَلِكَ إِلَّا بِالْحَقِّ يُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ(5)إِنَّ فِي اخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمَا خَلَقَ اللَّهُ فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَّقُونَ(6)
Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.
Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa.( QS. 10 / Yunus: 5,6 )

وَمَا ذَرَأَ لَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَذَّكَّرُونَ(1)
“ Dan Dia (menundukkan pula) apa yang Dia ciptakan untuk kamu di bumi ini dengan berlain-lainan macamnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran”.

وَهُوَ الَّذِي سَخَّرَ الْبَحْرَ لِتَأْكُلُوا مِنْهُ لَحْمًا طَرِيًّا وَتَسْتَخْرِجُوا مِنْهُ حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَا وَتَرَى الْفُلْكَ مَوَاخِرَ فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ(1)
“Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur”.

وَأَلْقَى فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِكُمْ وَأَنْهَارًا وَسُبُلًا لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ(1)
“Dan Dia menancapkan rawasia )1 di bumi supaya bumi itu tidak goyang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk” QS.16/ An-Nahlu:12,13,14 dan 15 )

Kalau dimasa lampau Islam telah melahirkan para Filosof seperti yang telah disebutkan tadi ( Al-Farabi, Al-Kindi, Ibnu Sina, Ar-Razy, Ibnu Khaldun, Ibnu Maskawaihi dan lain-lainnya ), sekarang yang banyak dilahirkan hanya Sarjana Islam yang pandai berceramah atau Ahli Zikr, mengajak umat  berkumpul dilapangan untuk berdzikir sambil berdo’a bersama, kadang kadang sampai berlinang air mata tapi tingkah umat semakin menjadi jadi, pejabat Korupsi, krisis moral bertambah marak, kenakalan anak menjadi trend, masih SMP sudah jadi Geng, Perguruan Tinggi jadi ajang kekerasan, penyiksaan Mahasiswa baru, kita dengar dan kita lihat di TV beritanya tapi Pemerintah tidak bertindak, DPR hanya menonton tidak bergeming.
            Walau demikian hebatnya seruan Al-Qur’an agar umat mencintai ilmu dan keterampilan ternyata umat Islam tak suka dengan ilmu dan keterampilan yang penting Sekolah lalu dapat Ijazah dan gelar Sarjana, maka anak bangsa setelah keluar dari sebuah Perguruan tak mampu tegak diatas kakinya sendiri menjadi pencipta lapangan kerja tapi hanya jadi pencari kerja. Yang pintar-pintar antri mau jadi pejabat jadi wakil rakyat karena mudah dapat uang tanpa jerih payah, hanya tanam uang lalu tumbuh, buahnyapun uang. Sementara orang Kafir ( Yahudi & Nasrani ) telah mengembangkan ilmu dan teknologi terutama teknologi “nuklir”, mereka memproduksi senjata nuklir dan sekarang sedang menakut-nakuti umat Islam, mengobok obok negeri Islam dan mengambil kekayaan tanah air orang Islam yang pemimpin negeri Islam itu ridho kekayaan negerinya diambil karena dia dapat komisi. Untung masih ada negeri Islam ( Iran ) yang mampu mengembangkan Nuklir yang sekarang mereka telah memiliki Rudal buatan sendiri yang dapat mencapai sasaran sejauh 2000 Km tapi umat Islam Sunny  pada umumnya tak mau bersahabat dengan Iran yang fahamnya Syi’ah.


4.    Kekayaan Tanah Air
وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ ءَامِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ(1)
“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk) nya mengingkari ni`mat-ni`mat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat”        ( QS.16/ An- Nahl :112 )

         Surat An-Nahlu yang tertera diatas mengandung informasi bahwa Allah menyodorkan kepada kita perumpaman sebuah negeri makmur yang nikmat Allah disana berlimpah-ruah datang dari semua penjuru, tapi umatnya “Kufur Ni’mat”.

3.1.  Pada masa Al-Qur’an diterima Nabi Muhammad, diberitakan dalam Al-Quran bahwa negeri subur dan paling makmur adalah kawasan Yaman dizaman Kerajaan Saba’ yang diperintah Ratu Balqis
لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ ءَايَةٌ جَنَّتَانِ عَنْ يَمِينٍ وَشِمَالٍ كُلُوا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ(1) 

        “Sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka dikatakan): "Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun".( QS. 34/Saba’: 15 )
      
Negeri makmur ini kemudian dikuasai Sulaiman  karena Ratu Balqis menjadi Permaisurinya. Waktu itu kekuasan Sulaiman meliputi hampir seluruh jazirah Arabia meliputi Yaman, Babilonia ( Iraq ) hingga Yudea ( Israel sekarang ), ada disebutkan dalam Al-Qur’an, surat Al-Baqarah ayat 102 . bahwa Sulaiman Raja Negeri Babilonia   ( Irak ) sementara Istana dan Baitul Maqdis-nya Sulaiman ada di Israil.

3.2.      Dimasa Thabi’in Negeri makmur yang terkenal adalah Nusantara kita  Indonesia yang kaya dengan rempah rempahnya. Pada abad ke dua Hijarh Daulah Islamiyah secara Internasional dipegang oleh Dinasti Abbasiyah yang berkedudukan di Baghdad. Waktu itu Khalifah yang berkuasa adalah Khalifah Harun Al-Rasyid. Bagdad sudah sangat terkenal sebagai kota perdagangan, pusat ilmu pengetahuan dan  Misi Da’wah Islamiyah yang terbesar di dunia. Ketika Harun Ar-Rasyid menerima pesan-permohonan  dari  Maharaja Peureulak ( baca Perlak ) melalui pedagang pedagang Arab yang baru pulang dari Perlak, agar Khalifah mengirimkan misi da’wahnya ke Aceh, beliau sangat gembira dan  berpikir : “Ini merupakan suatu peluang yang baik untuk menyebarkan  Islam ke daerah Timur Jauh ”. Maka Khalifahpun mengirim Misi Da’wah ke Nusantara tepatnya ke Aceh. Bukan hanya dari Irak, pedagang Parsi, India dan Gujarat juga datang ke Indonesia berdagang rempah-rempah sambil mengembangkan Islam, karena itu Islam di Indonesia dikembangkan oleh para saudagar. Jadi Islam dikembangkan oleh para Aghniya’     ( Konglomerat ). Sekarang Islam dikembngkan dan dida’wahkan oleh Muballigh yang miskin ya ada juga Muballigh kondang tapi bayarannya mahal.

Memang Negeri kita yang tersubur dibumi tapi  penduduknya banyak yang miskin, melarat. Negeri pengeksport minyak tapi minyak susah didapatkan, tanahnya paling subur tapi rakyatnya kelaparan, untuk mendapatkan zakat saja sampai 21 orang mati di Pasuruan. Rakyat yang engkar, membandel kepada hukum Allah karena kebodohannya     ( jahiliyah ) tetapi Pemerintah yang disana duduk orang yang cerdas mensepelekan dan tak mau memedomi ajaran Allah dengan alasan : “ Kita ‘kan Negara Nasional “ Kalau Negara Nasional apa salahnya mengambil petunjuk Al-Qur’an untuk membangun Negeri ini. Orang Kafir yang tak beriman kepada Qur’an mereka diam diam mengambil ajaran Al-Quran. Padahal kalau Pemerintah dan umat tidak peduli dengan hukum Allah dan norma norma kemanusiaan maka umat akan merasakan pukulan kehinaan dan kemiskinan sebagaimana firman Allah  ini :
ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوا إِلَّا بِحَبْلٍ مِنَ اللَّهِ وَحَبْلٍ مِنَ النَّاسِ وَبَاءُوا بِغَضَبٍ مِنَ اللَّهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الْمَسْكَنَةُ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ(1)

“ Dipukulkan kepada mereka  kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang dengan tali Allah ( hukum Allah ) dan tali- manusia  ( norma –norma kemanusiaan ), dan mereka kembali mendapat kemurkaan Allah dan merekapun dilanda kemiskinan. Yang demikian itu karena mereka engkar kepada ayat-ayat Allah dan membunuh( ajaran ) para nabi tanpa alasan yang benar. Hal itu karena mereka durhaka dan melampaui batas” ( QS.3/ Alki-Imran :112 )

  Tanah Air kita adalah negeri yang subur merupakan sumber rizki yang berlimpah ruah didalam buminya ada minyak dilangitnyapun ada minyak. Pantai Indonesia adalah pantai yang terpanjang, lautnya berlimpah kekayaan berupa ikan aneka ragam, mutiara dan mineral yang berharga. Hutannya penuh dengan kayu kayuan yang  bernilai tinggi, tanahnya subur untuk lahan pertanian, binatangnya berbagai ragam. Manusia Muslimnya banyak, tetapi negeri subur ini telah dilanda krisis berkepanjangan, karena kita telah kehilangan kekayaan negeri kita. Kog bisa demikian ? Jawabnya ada dalam ayat tersebut diatas..
      a..  Engkar kepada ayat Allah

   Negeri yang penuh barkah Allah ( Indonesia ) penduduknya mayoritas Muslim tapi engkar kepada ayat Allah (  بِأَنَّهُمْ كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ ) Yang kufur itu sebenarnya  pemimpin yang didukung rakyat, punya Qur’an tapi tak dipedomi, Qur’an dijadikan barang seni untuk nyanyian dkala perlu.
 Kekayaan Hutan yang luas dimanfaatkan orang asing, hutan digunduli sehingga mengakibatkan banjir
أَوَلَمْ يَرَوْا إِلَى الْأَرْضِ كَمْ أَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ كَرِيمٍ(7)

“Apakah mereka tidak memperhatikan bumi, berapa banyak kami tumbuhkan disitu berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang baik ?” (Q.S. 26/Asy-Syu’araa’ :7).

           Dimasa orde baru saja hutan terbakar (atau dibakar?) seluas 1.000.000 HA dengan kerugian (waktu itu): 11 trilliun rupiah yang perlu  30 s/d 500 tahun untuk reboisasi hutan yang gundul itu. Itu dimasa orde baru, kebakaran belakangan ini  dimasa Reformasi belum sempat lagi dihitung. Setelah diselidiki bahwa hutan itu tidak ada kayunya lagi, berarti bukan  kebakaran tapi sengaja dibakar karena setelah kayunya diambil lahan itu akan dijadikan perkebunan. Kemanakah kayu Indonesia yang berkwalitas itu ? Alam tak dapat menjawab, alam tak dapat  menunjukkan bukti hanya berduka, menangis maka banjirpun melanda Ibu-kota  dan kota kota lainnya ditahun 2001 yang lalu.
            Selain hutan ada bermacam-macam barang tambang dalam perut bumi, tapi anak bangsa dan umat Islam tidak mampu memanfaatkan karena memang tidak ada keterampilan dan modal akhirnya kekayaan alam itu hanya memperkaya orang asing

وَمَا ذَرَأَ لَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَذَّكَّرُونَ(1)

“Dan apa saja  yang diciptakan Allah dibumi yang bermacam-macam itu untuk kamu; sesungguhnya yang demikian adalah merupakan ayat bagi kaum yang ingat (akan kebesaran Allah)”(QS.16/ An-Nahl:13).

          PT Freeport Indonesia di Irian, Perusahaan Amerika yang aktif sejak tahun 1973, menambang emas,  perak dan tembaga . Setiap harinya dikeluarkan 125.000 ton bijih tambang dengan meruntuh gunung .Dari 125.000 ton itu diperoleh konsentrat 6000 ton  yang menghasilkan : 1800 kg emas , 3600 kg perak dan 1.800.000 kg tembaga.
Selama 38 tahun ini telah di gotong keluar negeri, lebih kurang :
                 21.000 ton emas
                 41.000 ton perak
            2.052.000.000. ton tembaga
Sementara masyarakat sekitarnya mendapat limbahnya yang pada masa orde baru diberitakan banyak penduduk Irian yang mati kelaparan padahal mereka hanya butuh ubi.         Kalau kita hitung  kekayaan PT Freeport itu ada milik rakyat miskin sebanyak 4200 ton emas, 82000 ton perak dan 4.100.000.000 ton tembaga, karena aturannya setiap barang Galian ( Rikaz ) harus dikeluarkan zakat Rikaz sebesar 20 %, kalau diuangkan berapa Trilliun rupiah-kah itu.? Kalau milik orang miskin ini dikembalikan maka “Orang miskin” tak satupun lagi ada di negeri kita. Milik orang miskin ini  dirampas dengan sengaja karena engkar kepada ayat Allah ( tak mau mengamalka ayat Allah ) Bagaimana kalau kita kaji hasil tambang lain seperti migas yang bertabur di Indonesia, apakah sudah dikeluarkan zakat Rikaznya untuk rakyat miskin ? Isi bumi dikuras kemudian bumi dibiarkan telantar, ini juga termasuk engkar kepada ayat Allah, adalah kesalahan yang paling besar dengan menguras berkah Allah lalu bumi ditelantarkan dalam penderitaan sehingga menimbulkan dampak negatif yang lain.
b. Membiarkan bumi terlantar
            Dengan banyaknya penggalian tambang dibumi  membuat bola bumi kita kroak berlobang-lobang, yang lobangnya itu ribuan kilometer didalam perut bumi. Bola bumi yang bolong bolong dibeberapa tempat yang tak terhitung banyaknya itu dibawa oleh bumi berotasi dengan kecepatan 1670 km perjam sambil berlari mengelilingi matahari dengan kecepatan 103.232 km perjam begitu kencangnya sehingga tulang tulang bumi remuk dihantam energi pukulan udara dalam perjalanannya yang panjang itu. Maksudnya tulang tulang bumi patah adalah lempeng bumi yang berpatahan Patahnya lempeng bumi itulah sebagai  penyebab terjadinya gempa dan kalau patahnya dilaut terjadilah Sunami yang dahsyat seperti peristiwa Sunami di Aceh Desember 2004 yang lalu menelan korban ratusan ribu jiwa.  Allah berfirman :
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ(1
“Telah tampak kerusakan didaratan maupun dilautan itu disebabkan karena perbuatan tangan manusia, untuk dirasakan kepada mereka sebagian dari pebuatan mereka sendiri agar mereka mau kembali sadar”    ( Q.S. 30/ Ar Rum : 41)
c. Kufur Nikmat
Akibat Kufur Nikmat (   فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ ) banyak tokoh Islam yang berselimutkan Zhulumat, ada yang mengikut Jejak Abu Thalib dizaman Nabi membela peribadi Muham mad keponakannya tapi enggan mengikut ajarannya, kalau umat sekarang ini dia Islam hanya sekedar menghormati keluarganya yang Muslim tapi untuk mengamalkan ajaran Islam dia enggan. Kalau naik ke pentas mengucap : “Assalamu ‘alaikum”, ikut ‘idu’l fithri, ikut puasa  hanya sekedar itu, klau moral jangan ditanya sudah mengikut trennya dunia. Didalam kehidupan mereka memakai  baju kelaparan dan ketakutan seperti yang diinformasikan Allah pada Q.S.16/An-Nahl :112 yang telah dikutip diatas :
          *  Baju kelaparan.
   Memang kemiskinan membuat orang kelaparan tapi yang kufur nikmat mereka memakai baju kelaparan. Baju kelaparan artinya “ Budaya Lapar “ mereka bukan lapar  perutnya tapi “ lapar “ itu sudah menjadi kebudayan sehingga terbentuk sikap hidup yang lapar seperti :
* Walau sudah punya istri cantik tapi matanya masih lapar melirik perempuan cantik lain yang zaman sekarang bisa dipesan
            * Walau kekayaannya sudah melimpah tapi masih lapar juga, masih mau  korupsi walau risikonya masuk penjara
         * Walau sudah menduduki jabatan masih lapar belum puas hanya satu periode mau duduk terus biar harus membayar milyaran rupiah
         * Lapar mau jadi pejabat, sekarang artispun mau jadi pejabat walau dia tau ilmunya untuk memimpin rakyat tidak ada, alasannya “saya dipinang jadi pejabat”
         ( Biasanya orang kelaparan jadi peminta minta. Sekarang ini peminta-minta  sudah meliputi semua lapisan )
         * Dalam Bus, kereta api, ada peminta minta : pengamen
         * Dijalan ada juga orang meminta kalau kita salah jalan
         * Berurusan di kantor ada peminta
         * Berbisnis ada pejabat meminta bagian
         * Dapat gaji rapel ada yang meminta bagian
         * Meminjam uang di Bank disana juga ada “peminta”
         *Pejabat tinggi, anggota DPR, Jaksa Agung Muda malah jadi peminta-minta      akhirnya diperiksa KPK
           Allah menyindir orang yang kelaparan itu dengan sindiran sarkasme :
                                                                                                                                               
وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الْأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَثْ ذَلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ(1
“Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat) nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu membawakan sesuatu kepadanya terjulurlah lidahnya dan jika kamu tinggalkan, lidahnya terjulur juga. Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir”    ( QS.7/ Al-A’raf : 176 ).

* Baju Ketakutan
Ada lagi bentuk lain darti akibat  kufur nikmat bukan hanya pakai baju kelaparan tapi juga baju ketakutan  diantaranya :
* Takut kalau hartanya berkurang, karena itu ia enggan berinfak dan berzakat dan bershadaqah
* Takut menghadapi hubungan rumah tangga yang tidak cocok, maka kawin cerai juga jadi trendi.
* Takut kalau kursinya akan digantikan orang maka curkat sama dukun
* Takut kalau tak terpilih lagi jadi pejabat maka bertahan dengan membayar mahal.
* Takut jabatannya dicopot karena itu harus  “mengertilah maunya Bapak yang diatas “ yang minta bagian
* Yang Ustdz, takut kalau nanti tak diundang lagi berceramah maka bahan ceramah yang bid’ah-pun disampaikan karena disukai pendengar   Dan berbagai macam ketakutan lain.
            Kekayaan tanah air juga tak dapat disumbangkan umat Islam kepada pembangunan Islam untuk mereparasi bangunan Islam yang atapnya sudah bocor, dinding sudah berlumut, lantai yang sudah jebol dan pecah malah umat yang didalam  terus bertengkar memperebutkan kekuasaan dirumah tua itu.
4.    Ekonomi
ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوا إِلَّا بِحَبْلٍ مِنَ اللَّهِ وَحَبْلٍ مِنَ النَّاس وَبَاءُوا بِغَضَبٍ مِنَ اللَّهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الْمَسْكَنَةُ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ(1
 “ Dipukulkan kepada mereka  kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang dengan tali Allah ( hukum Allah ) dan tali- manusia     ( norma –norma kemanusiaan ), dan mereka kembali mendapat kemurkaan Allah dan merekapun dilanda kemiskinan. Yang demikian itu karena mereka engkar kepada ayat-ayat Allah dan membunuh( ajaran ) para nabi tanpa alasan yang benar. Hal itu karena mereka durhaka dan melampaui batas”   ( QS.3/ Ali-Imran :112 )

Ada dua tali pegangan hidup ketika kita menjalani kehidupan yaitu :Hablu’m-mina’llah dan Hablu’m mina’n naas. Hablu’m mina’llah ( hubungan dengan Allah ) tidak dibicarakan dalam fasal ini karena masalah perekonomian adalah bagian dari Hablu’m mina’n naas yaitu hubungan antara sesama manusia
Adapun hubungan antara sesama manusia meliputi tiga jalur tali ikatan yaitu Ijtima’iyyah, Shina’iyyah dan Iqtishadiyyah.
                                

           Ijtima’iyah adalah hubungan sosial masyarakat dimana umat saling membutuhkan.. Kata ijtima’yyah  lebih kokoh, lebih tepat dipakai dari kata Masyarakat untuk pengertian sosial karena didalamnya terkandung kata  “ jama’ah “ yang bermakna kesatuan. Kalau masyarakat mengandung makna :” persekutuan orang banyak”
             Shina’iyah artinya kegiatan teknik yang mencakup semua orang yang terlibat dalam memanfaatkan dan memakai barang, yang menerapkan pengetahuan teknik, yang memanfaatkan dan melestarikan pembangunan lembaga lembaga perteknologian. Sebagai umat kita tidak dapat hidup sendirian tanpa pergaulan dan manusia sangat membutuhkan barang barang buatan untuk keperluan hidupnya sehari hari.Yang menjadi puncak hubungan antar sesama manusia adalah perekonomian ( al-iqtishadiyah ).
            Iqtishodiyah adalah upaya atau usaha yang dilakukan oleh manusia dalam hubungan masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan hidup perorangan, rumah tangga atau negara dalam bentuk benda atau nilai tukar atau segala harta yang terkumpul.
             Tatanan Bagian Iqtishodiyah adalah  Perekonomian yang disana harus ada ahli tentang  perekonomian jadi harus ada Majlis-perekonomian yang merupakan  tempat berkumpulnya para Ekonom yang nantinya mereka dapat menghasilkan prinsip prinsip perekonomian, sisi nilai perekonomian yang merupakan visi jauh kedepan, perekonomian tingkat tinggi dengan tidak melupakan perekonomian tingkat rendah.
            Supaya perekonoimian terarah harusnya diwujudkan Lembaga perekonomian seperti Bank, Koperasi, Perusahan- perusahaan yang bergerak di segala bidang yang menjalankan perekonomian secara propesional bukan ahli berteori seperti guru ekonomi di Sekolah
             Perekonomian merupakan puncak dari hubungan antara sesama manusia. Oleh karena itu untuk menjalankan tugas Ishlah penataan perekonomian tidaklah sekedar hanya cukup melahirkan Muballigh, Ulama Fiqih, Ahli Tafsir saja  yang mendapat julukan singa podium, muballigh kondang, Muballigh sejuta umat tapi harus ada Ulama yang  Ekonom, Ulama ahli-sosial, ahli politik, dan yang ahli  teknologi.
            Karena itu dalam masalah perekonomian ini Allah telah memberikan petunjuk-Nya :
مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ(1)
“ Perumpamaan orang yang membelanjakan hartanya untuk jalan Allah                       ( hendaklah ia berusaha ) seperti menanam sebuah biji yang menumbuhkan batang bercabang tujuh,dari setiap cabang itu berbuah seratus butir dan Allah melipatgandakan ganjaran bagi siapa yang mau dan Allah itu maha Meliputi dan Maha Mengetahui”( Q.S.2 .Al-Baqarah  : 261 )
           Ayat ini menunjukkan suatu teori ekonomi untuk meghimpun dana. Cara yang diajarkan Allah adalah dengan menanam biji yang dalam istilah perekonomian Islam disebut    “ saham “. Saham ini adalah bagian dari modal yang ditanam. Bila setiap seorang Muslim dengan kesadaran untuk membangun Islam mengeluarkan infak saham sebesar Rp.10.000 saja/bulan dengan sejuta umat akan terkumpul dana sebulan sebesar Rp. 10.000.000.000 yang setahunnya menjadi 120 Miliar rupiah. Jumlah tadi kalau penanam saham hanya sejuta orang bagaimana kalau 100 juta orang ?. Uang sebesar itu sudah dapat dijadikan modal membangun sarana Perekonomian. Tetapi  Pemerintah dan Wakil Rakyat tidak mau mengambil ajaran Al-Quran dan tidak peduli terhadap konsep Allah padahal orang orang di pemerintahan atau yang duduk di DPR kebanyakan Muslim maka negeri kaya ini jadi lahan mencari kekayaan bagi orang asing, bagi yang berkesempatan duduk diatas menyempatkan  memperkaya diri  sementara  rakyatnya miskin dan tak ada yang peduli. Dulu Islam dimasukkan ke Indoneia oleh saudagar Arab Parsi dan India mereka adalah para Ekonom sekarang orang Indonesia banyak yang muslim tapi anak anak muslim hanya mau jadi pegawai negeri atau jadi buruh makan gaji apa yang bisa mereka sumbangkan untuk pembangunan Islam malah Islam didalam dirinya tak pernah bangun entahpun sudah mati mereka tak pedili.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar