Rabu, 11 Januari 2012

Akhirat yang abadi 5


1.         Tentang Qiyamat

1.1.   Dalil-dalil tentang Peristiwa Qiyamat

وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ الْأَجْدَاثِ إِلَى رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ(1) قَالُوا يَاوَيْلَنَا مَنْ بَعَثَنَا مِنْ مَرْقَدِنَا هَذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُون (2) إِنْ كَانَتْ إِلا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ(3)فَالْيَوْمَ لا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَلاتُجْزَوْنَ إِلا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ(4)إِنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ(5)هُمْ وَأَزْوَاجُهُمْ فِي ظِلَالٍ عَلَى الاَرَائِكِ مُتَّكِئُونَ(5) لَهُمْ فِيهَا فَاكِهَةٌ وَلَهُمْ مَا يَدَّعُونَ(5)
”Dan ketika ditiup sangkakala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya menuju (kepada) Tuhan mereka. Mereka berkata : Aduh, celakalah Kami ! Siapakah yang membangkitkan kita dari tempat tidur kita ? Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul (Nya}. Tidak adalah letupan itu selain sekali letupan saja, maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami. Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikit-pun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah  kamu kerjakan. Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). Mereka dan istri-istri mereka berada pada tempat yang teduh, bertelekan diatas dipan-dipan. Disurga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta.” (Q.S. 36/Yaa Siin : 51-57).

فَإِذَا جَاءَتِ الصَّاخَّة ُ(3) يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيه ِ(4) وَأُمِّهِ وَأَبِيه ِ(3) وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِ(3) لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ(3) وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ مُسْفِرَةٌ(3) ضَاحِكَةٌ مُسْتَبْشِرَةٌ(3) وَوُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ عَلَيْهَا غَبَرَةٌ(4) تَرْهَقُهَا قَتَرَةٌ(4)أُولَئِكَ هُمُ الْكَفَرَةُ الْفَجَرَةُ(4)

“Ketika suara yang memekakkan tiba. Pada hari seseorang lari dari saudaranya, lari dari ibunya dan lari dari ayahnya dan lari dari istrinya serta anaknya. Pada hari itu tiap-tiap seseorang mempunyai urusan yang memaksa seluruh perhatiannya tiada hirau, selain daripada dirinya. Dimana pada waktu itu ada muka-muka yang berseri-seri ketawa dengan gembiranya. Dan ada muka-muka yang dipenuhi dengan abu dan diselubungi oleh hitam. Mereka itulah orang-orang yang ingkar lagi durhaka”. (Q.S. 80/Abasa 33-42)

فَإِذَا جَاءَتِ الطَّامَّةُ الْكُبْرَى(4) يَوْمَ يَتَذَكَّرُ الْإِنْسَانُ مَا سَعَى(5) وَبُرِّزَتِ الْجَحِيمُ لِمَنْ يَرَى(6) فَأَمَّا مَنْ طَغَى(3) وَءَاثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا(3) فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَى(3) وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى(4) فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى(4)يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا (4) فِيمَ أَنْتَ مِنْ ذِكْرَاهَا (4) إِلَى رَبِّكَ مُنْتَهَاهَا(4) إِنَّمَا أَنْتَ مُنْذِرُ مَنْ يَخْشَاهَا(4) كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوا إِلا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَاهَا(4)

“Maka apabila telah tiba “bencana” yang maha dahsyat itu ; pada hari dimana manusia teringat kepada apa-apa yang telah dilakukannya. Dan diperlihatkan neraka itu bagi siapa yang melihat. Adapun orang-orang yang durhaka, lagipula ia lebih mementingkan kehidupan dunia (materialistis), maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggalnya. Dan adapun orang-orang yang takut pada derajat Tuhannya, serta dia mencegah dirinya dari godaan nafsunya, maka sesungguhnya sorgalah tempat tinggalnya. ( Orang orang Kafir itu ) bertanya kepadamu tentang Qiyamat ( hari berbangkit ) kapan terjadinya. Siapakah engkau yang dapat menyebutkan ( waktunya ). Hanya kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya. Engkau ( Muhammad ) hanyalah pemberi ingat bagi siapa yang takut kepada-Nya . Pada hari mereka melihat peristiwa berbangkit itu mereka merasa seakan akan tidaklah tinggal di bumi melainkan sebentar diwaktu sore atau pagi hari”. (Q.S. 79/An-Naziaat 34-46).

إِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ كَانَ مِيقَاتًا(1) يَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَتَأْتُونَ أَفْوَاجًا(1)
 “Sesungguhnya hari “putus” itu (hari kiamat) adalah waktu (yang tertentu). Yaitu pada hari ditiupnya terompet, lalu kamu datanglah berduyun-duyun”.(Q.S. 78/An-Naba 17-18)

وَنُفِخَ فِي الصُّورِ ذَلِكَ يَوْمُ الْوَعِيدِ(0) وَجَاءَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَعَهَا سَائِقٌ وَشَهِيدٌ(1) لَقَدْ كُنْتَ فِي غَفْلَةٍ مِنْ هَذَا فَكَشَفْنَا عَنْكَ غِطَاءَكَ فَبَصَرُكَ الْيَوْمَ حَدِيدٌ(2) وَقَالَ قَرِينُهُ هَذَا مَا لَدَيَّ عَتِيدٌ(2) أَلْقِيَا فِي جَهَنَّمَ كُلَّ كَفَّارٍ عَنِيدٍ(4) مَنَّاعٍ لِلْخَيْرِ مُعْتَدٍ مُرِيبٍ(2) الَّذِي جَعَلَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا ءَاخَرَ فَأَلْقِيَاهُ فِي الْعَذَابِ الشَّدِيدِ(2) قَالَ قَرِينُهُ رَبَّنَا مَا أَطْغَيْتُهُ وَلَكِنْ كَانَ فِي ضَلَالٍ بَعِيدٍ(2) قَالَ لَا تَخْتَصِمُوا لَدَيَّ وَقَدْ قَدَّمْتُ إِلَيْكُمْ بِالْوَعـِيد( 2)    مَا يُبَدَّلُ الْقَوْلُ لَدَيَّ وَمَا أَنَا بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ(2) يَوْمَ نَقُولُ لِجَهَنَّمَ هَلِ امْتَلَأْتِ وَتَقُولُ هَلْ مِنْ مَزِيدٍ(0) وَأُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِينَ غَيْرَ بَعِيد  ٍ(1) هَذَا مَا تُوعَدُونَ لِكُلِّ أَوَّابٍ حَفِيظٍ(2) مَنْ خَشِيَ الرَّحْمَنَ بِالْغَيْبِ وَجَاءَ بِقَلْبٍ مُنِيبٍ(3)ادْخُلُوهَا بِسَلَامٍ ذَلِكَ يَوْمُ الْخُلُودِ(4) لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ فِيهَا وَلَدَيْنَا مَزِيدٌ(3)

“Dan terompet ditiup ; itulah hari yang dijanjikan (hari kiamat). Dan tiap-tiap diri datang menghadap Tuhannya bersama-sama malaikat yang menggiringnya dan yang menjadi saksinya. Sesungguhnya engkau telah lupa pada hal ini. Maka sekarang Kami bukakan tabirmu, sehingga penglihatanmu pada hari ini dapat melihat dengan tajam. Dan berkatalah temannya itu (malaikat) : Inilah siksaan yang telah disediakan padamu. Diperintahkan kepada malaikat itu : Lemparkanlah kedalam neraka semua orang yang kafir, yang selalu menolak kebenaran itu ! Yang ia senantiasa mencegah perbuatan yang baik lagi melampaui batas serta ragu-ragu didalam agamanya, yang membuat Tuhan lain bersama Allah. Maka lemparkanlah ia kedalam siksa yang amat pedih. Berkatalah temannya (yakni setan yang waktu di dunia menyesatkannya):  “Wahai Tuhan Kami, tiadalah Kami menyesatkannya akan tetapi dialah sendiri yang berada di dalam kesesatan yang jauh.  Allah berfirman:  Janganlah kamu berbantah-bantahan dihadapan-Ku karena dahulu telah Aku kemukakan kepada kamu akan janji-janji siksa itu.  Keputusan itu tidak akan diubah-ubah dan Kami selamanya tidak akan menganiaya terhadap segala hamba Kami.  Pada hari itu Kami akan bertanya kepada Neraka:  “Apakah engkau sudah penuh?  Iapun lantas menjawab:  “Apakah masih ada tambahan lagi?  Sorgapun didekatkan dan tidak jauh bagi orang yang bertaqwa.  Inilah apa yang telah dijanjikan kepada kamu bagi setiap orang yang takut kepada Ar-Rahman (Allah) dengan keadaan  ghaib dan datang dengan hati yang bertaubat. Masuklah ke dalam surga itu dengan sejahtera!  Itulah hari yang kekal.  Di dalam sana mereka akan mendapatkan segala apa yang dikehendakinya sedang tambahan tersedia pada Kami” (Q.S. 50/Qaaf:  20-35). 

3.2. Proses Kejadian Alam  dan Keadaan Alam menuju hari Qiyamat

a. Adanya Allah itu berarti adanya Nur Allah yang meliputi semesta alam :
Allah  itu Nuur tujuh petala langit dan bumi, perumpamaan Nur Allah itu seperti sebuah lubang ( yang tak tembus ) didalamnya ada lampu. Lampu itu didalam semprong kaca Semprong lampu itu seolah olah  bintang bercahaya seperti mutiara, yang marak dengan minyak dari pohon yang mengandung berkah yaitu zaitun yang tidak ada di timur maupun barat, hampir saja minyak itu membuat nyala walau tak disentuh api. Cahaya didalam cahaya ( bersinar binar ) Allah membimbing manusia kepada Cahaya-Nya bagi siapa yang mau. Dan Allah telah membuat perumpamaan untuk manusia Dan Allah atas tiap sesuatu itu Ia Maha Mengetahui  “ ( Q.S. 24 An Nuur “ :35 )

b.Nur Allah yang meliputi semesta alam mewujudkan  akal pertama.   ( dalam Hadits ada dikatakan : awwalu ma khalaqa’llah al ‘aqlu dan dalam matan yang lain dikatakan : Inna awwalu ma khalaqa’llah al qolam   ). Akal pertama itu juga dinamakan Al-Qalam. Setelah akal itu beraktivitas, merancang bangun alam semesta lalu mewujudkan Ruang dan Waktu, yang didalamnya akan mewujud alam semesta dan segala isinya, perkembangannya dan kehancurannya semua terencana dalam Kitab Allah ( Lauhu’l Mahfudz ).  Dalam waktu yang panjang tak terduga itu energi ruh memadat, maka mewujudlah energi dasar (Netron) lalu Netron membelah jadi proton dan elektron yang berpasangan   ( positip, negatif )

c.  Kerena adanya energi yang bergerak cepat menimbulkan panas lalu pusaran panas itu semakin lama semakin tinggi. Tekanan temperatur yang sangat tinggi itu mengakibatkan terjadi puncak massa kritis dan terjadilah ledakan dahsyat (Big- Bang).Dengan ledakan dahsyat itu terjadilah dalam alam itu gelombang uap panas ( dukhan ). ( Q.S. 41/Fushilat:  9-12)
.
  1. Lalu terjadi pemadatan energi dan mewujudlah unsur-unsur dasar dalam alam berupa netron yang beratnya 4 x H.  Netron ini membelah melepaskan dua elektronnya maka terwujudlah atom yang memiliki dua elektron dan dua proton itulah Helium, lalu berikutnya muncul energi yang beratnya 7 x berat H, 9 x H, 11 x H, 14 x H, 16 x H, 19 x H, 20 x H, itulah atom Lithium, Brillium, Baron, Karbon, Nitrogen, Oksigen, Fluor, Neon sampai unsur yang beratnya 253 x berat Hidrogen yaitu Nobelium.  Jelaslah  kepada kita bahwa atom yang mula-mula tercipta adalah hidrogen yang Allah menginformasikannya dalam al-qur’an dengan istilah Al-Maa’Firman Allah: “Dialah (Allah) yang telah menjadikan langit dan bumi dalam enam periode dan adalah ‘Arsy-Nya di atas air (Q.S. 11/Hud:  7).
Kata ‘Arsy mengandung dua pengertian:  singgasana dan bangunan.  Dalam ayat ini janganlah ‘arsy itu diartikan dengan singgasana atau kursi kerajaan tetapi lebih tepat dengan arti : bangunan. Kalau kata ‘Arsy diartikan Singgasana atau ”Kursi- Kerajaan” maka terjemahannya menjadi: Singgasana Allah itu diatas Air   Bila Allah duduk diatas singgasananya maka Allah seperti Raja dan Dia ada dalam alam.  Kalau Kursi Allah terapung diatas air bila air beriak dan bergelombang maka kursi Tuhan akan bergoyang goyang.  Tapi kalau makna ‘Arsy yang dipilih  adalah : “ bangunan” maka terjemahannya : Bangunan Allah (Alam semesta) itu diatas Air”  artinya alam yang dibangun Allah ini ”dasar pembangunannya adalah Hidrogen (zat air)” .
 Maka terbentuklah inti alam semesta setelah melalui waktu milyaran tahun mewujudlah isi alam semesta. Dan alam terus mengembang tak berhenti sampai suatu ketika diberhentikan Allah maka terjadilah kehancuran alam.
وَالسَّمَاءَ بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ وَإِنَّا لَمُوسِعُونَ

Langit itu Kami bangun ia dengan kekuatan Kami dan sesungguhnya Kami  mengembangkannya/meluaskannya.” (Q.S. 51/Adz-Dzariyat:  47).
.
  1. Maka terbentuklah kelompok galaksi (al-buruj) yang tak terhingga banyaknya dialam jagat, yang setiap galaxy itu memiliki ratusan mikliar matahari dengan solar sistim serta planet-plenetnya, satu diantara matahari yang milliaran dalam sebuah galaksi Bima Sakti  adalah matahari kita dan satu diantara satelit matahari itu adalah bumi kita, dan bertabur bumi bumi yang lain didalam jagat ini tak terhitung banyaknya. Untuk tidak membingungkan Allah tidak menceritakan lagi tentang bumi bumi yang lain, tentang manusianya tentang Nabinya tantang Kitab sucinya, cukuplah bagi kita memikirkan tentang bumi kita sendiri dan kehidupan kita di bumi sampai kekehidupan di Mahsyar nanti.
  2. Berapa lamakah bumi kita sudah ada dalam jagat ini ? Sarjana yang ahli dibidang ini memperkirakan bahwa bumi kita sudah ada diatas angka 3.350.000.000 tahun yang lalu. Bumi kita mengalami evolusi yang panjang, kira kira 2000 juta tahun lalu bumi mulai mendingin, dan pembentukan kulit bumipun berlangsung.  Laut, sungai, gunung terbentuk, hanya ada peristiwa endapan belum ada kehidupan.  1000 juta tahun yang lalu mulai membekas kehidupan yang pertama, binatang ber sel satu juga tumbuhan yang ber sel satu, hanya itulah bentuk kehidupan.  600-500 juta tahun yang lalu mulai ada tumbuhan lumut, binatang karang, tiram, udang karang, cacing, itulah penghuni dunia. Dari 500-400 juta tahun yang lalu, bumi sekonyong-konyong kaya dengan fauna udang karang, tiram, cacing dan binatang karang, tetumbuhan di darat berupa lumut.  Hewan air mulai ada, ikan yang bertulang rawan juga demikian.  Dari 400-350 juta tahun lalu tumbuhan jenis ekor kuda, pakis kawat, pakis raksasa dan hewan laut berupa ikan berkelopak, hiu, pari, dan juga di darat mulai ada serangga, binatang yang menjalar mulai hidup sekitar 350-225 juta tahu lalu.  Sejak 500 juta hingga 225 juta tahun disebut Zaman Primair.  Antara 225 hingga 70 juta tahun yang lalu disebut Zaman Secundair dimana mulai ada binatang menyusui pertama, tumbuhan jenis cycas dan pohon semacam cemara.  Binatang terbang  jenis burung sudah ada tetapi hanya burung yang bergigi seperti kelelawar.  Lalu didaratan berkembang  pepohonan dan binatang seperti pohon-pohon berbunga, binatang reptil berupa bengkarung raksasa, stegosaurus, brontosaurus, iguanodom, tirannosaurus dan yang sebangsanya.
Sejak 70 juta tahun hingga 2 juta tahun yang lalu bumi melewati Zaman Tertiair, dimana semua golongan pohon dan bunga yang terdapat sekarang sudah ada.  Selain binatang yang jenis merayap, ikan, burung, juga sudah ada jenis monyet suku primata dan juga rumpun binatang buas yang berkuku, gajah yang tidak berbelalai.  Antara 40 sampai dengan 25 juta tahun yang lalu mulai ada jenis monyet gibbon, binatang menyusui, kuda berjari sisi yang tidak mencapai tanah.  Jenis orang utan  mulai ada pada masa antara 25-10 juta tahun lalu.  Dalam masa 10-2 juta tahun lalu sudah ada jenis Pithekanthropus (manusia monyet yang berjalan).  Dari 2 juta sampai dengan sejuta tahun lalu sudah ada manusia Primitip yaitu pada Zaman Quartair pada periode PleistocenDiduga manusia jenis Homo sudah lama menghuni dunia kita, lebih kurang sejuta tahun yang lalu.  Bagaimanakah munculnya manusia modern di bumi, apakah mereka berevolusi dari Pithekanthropus atau sepasang  manusia asal (Adam dan Hawa) yang diturunkan dari surga atau ada kemungkinan teori lain yang punya data dan fakta? ( akan dibicarakan pada Bab tersendiri : Kedatangan Manusia di Bumi )
              
g. Manusiapun  berkembang biak dalam berbagai bangsa dan suku begitu pula pikiran, peradaban dan kebudayaannya. Peradaban manusia semakin maju dan puncak kemajuan itu dari sejak 2000  tahun yang lalu entah sampai keabad berapa tak seorang ilmuan yang dapat menduga namun kemajuan peradaban Bangsa bangsa dibumi silih berganti. Puncak peradaban tinggi itu menandakan bahwa bumi kita sudah semakin tua dan kalau diumpamakan orang sudah mulai sakit sakitan.  Tanda-tanda ketuaannya terlihat dengan banyaknya kegoncangan dahsyat di bumi seperti yang telah diinformasikan Allah dalam surat 23/Al-Mukminun ayat 41-44 yang telah dikutip bahwa telah terjadi ledakan dahsyat (dunia banjir dilanda gelombang sunami dan manusia hanyut bagai sampah, lalu umat manusia diganti Allah dengan umat yang lain) sejak itu Rasulpun diutus Allah berturut-turut hingga sampai Nabi Muhammad datang untuk yang terakhir.

      h.  Kelak bumi kita akan mengalami kegoncangan yang amat dahsyat sebagimana yang diberitakan dalam Surat 99/Al-Zalzalah ayat 1 sampai dengan 8 dan disitulah akhir dari umur bumi dan umur manusia.  Apa yang menyebabkan bumi kita hancur?  Hal ini dikerenakan matahari kita telah terguling sehingga planet (satelit matahari yang 10 buah) ikut terpelanting, termasuklah bumi kita ikut terpelanting di ruang angkasa (Q.S.81/At-Takwir: 1-3).  Matahari kitapun meletup menyemburkan api sehingga langit bagaikan cairan tembaga panas (Q.S. 70/Al-Ma’arij:  8). Bumi kita bergoncang sangat hebat, betapa tidak kerena waktu matahari terguling maka satelit matahari yang satu dengan yang lain bertabrakan lalu pecah berkeping keping. Kepingan itu tidak semuanya hancur masih tersisa berupa batu padat yang besarnya berkili kilo meter, jatuh menimpa bumi tembus kedalam magma lalu perut bumipun memuntahkannya dengan bentuk semburan api panas. Batu mateor yang jatuh kelaut menjadikan gelombang sunami yang dahsyat yang tinggi gelombangnya berkilo-kilo meter. Gelombang itu menyapu pantai beratus kilo meter jauhnya kedarat meluluh lantakkan semua isi dataran, itu kalau yang jatuh satu batu meteor coba anda bayangkan yang jatuh itu beribu batu mateor bagai mana tidak dikatakan dahsyat? Peristiwa itu telah diceritakan Allah dalam Q.S. 99 Al-Zalzalah : 1-2 ) dan Q.S 101 Al Qari’ah :1-5 )
Peristiwa seperti ini sudah banyak terjadi pada matahari lain dalam galaksi kita dan juga akan menyusul sesudah meletupnya matahari kita walaupun jarak antara suatu peristiwa itu dihitung dalam jutaan tahun.  Menurut kajian ahli astronomi banyak sudah matahari yang pecah (matahari yang sekelompok dengan matahari kita dalam galaksi Bima Sakti ini.).Tapi itu belum disebut Peristiwa Qiyamat

  1. Kekuatan ekspansi alam semesta suatu ketika lenyap kemudian ditarik, dicabut dengan sekuat-kuatnya. Alampun menyusut (kontraksi) seperti yang diinformasikan Allah:
وَالنَّازِعَاتِ غَرْقًا(1) وَالنَّاشِطَاتِ نَشْطًا(2) وَالسَّابِحَا  سَبْحًا (3)  فَالسَّابِقَاتِ سَبْقًا (4) فَالْمُدَبِّرَاتِ أَمْرًا (5) يَوْمَ تَرْجُفُ الرَّاجِفَةُ (6) تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ (7)
“Demi yang mencabut (kekuatan ekspansi alam) dengan sekuat-kuatnya.  Demi yang tangkas dengan cekatan.  Demi (bintang-bintang) yang berenang dengan mengapung.  Demi yang mendahului dengan kencang.  Demi yang mengatur urusan (peristiwa kiamat) ketika hari kegoncangan yang menggoncangkan.  Mengikutinya pula yang mengikut” (Q.S. 79/An-Nazi’at).

Ayat tersebut menjelaskan bahwa energi yang mendorong alam untuk berekspansi telah ditarik dengan sangat kuat sehingga langit dengan segala isinya (Galaksi galaksi, matahari matahari bersama satelitnya) seolah-olah berenang dalam ruang alam jagat terpental saling dahulu-mendahului.  Alam semakin menyusut berubah menjadi uap pijar seperti dahulu ketika alam mulai menjadi.  Lalu menjadi atom dan menyusut lagi dan alam menjadi hilang hanya ada energi.  Perobahan yang tiba-tiba ini menimbulkan letupan dahsyat (Big Bang).  Letupan yang panjang disebut sangkakala pertama dimana semua manusia yang telah berbentuk nafs terlempar ke dalam Barzakh yaitu  manusia dari segala planet bumi yang ada di jagat raya ini.  Sangkakala kedua merupakan tanda terbelahnya barzakh (alam tempat berkumplnya Ruh setelah meninggalkan jasadnya), tiba-tiba saja semua makhluk merasa terbangun dari mimpi sudah berada dalam alam akhirat, alam baqa (Q.S. 50/Qaf:  20-35, 79/An-Naba’:  17-18, 36?Yasin:  51-57, 80/’Abasa:  33-42, 79/An-Naziat:  34-42). Sebenrnya Sangkala pertama dengan yang kedua diselangi waktu yang amat panjang tapi bagi makhluk penghuni Alam Barzakh yang tidak lagi dipengaruhi oleh waktu maka dalam ayat  seolah olah sangkakala pertama dan kedua selang hanya beberapa saat saja. Setelah peristiwa Kiamat itu itu Allah menciptakan lagi alam yang baru, langit baru dan bumi yang baru, yang berevolusi dari uap panas seperti dahulu Allah mula mula menjadikan, ada galaksi, matahari-matahari dan bumi-bumi yang berekspansi seperti semula. Kemudian kehidupan kembali berevolusi seperti semula dibumi-bumi itu menempuh masa bermilyar milyar tahun kemudian ekpansi alam jadi maksimal lalu kembali menyusut dan hancur lalu kembali lagi terus menerus tak berhenti Alam mengembang dan menyusut dan hancur itu hanyalah seperti tarikan nafas saja. Allah berfirman:
يَوْمَ نَطْوِي السَّمَاءَ كَطَيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِ كَمَا بَدَأْنَا أَوَّلَ خَلْقٍ نُعِيدُهُ وَعْدًا عَلَيْنَا إِنَّا كُنَّا فَاعِلِينَ(4)
“Akan datang suatu hari dimana Kami akan menggulung langit seperti menggulung kertas, Kami tetapkan lagi (kejadian alam) seperti awalnya dulu Kami menciptanya.  Itulah janji Kami sesungguhnya Kamilah yang memperbuatnya”  (Q.S. 21/Al-Anbiya’:  104).






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar